Tinggal di dekat bandara mungkin tidak hanya menyebabkan anda
menderita susah tidur pada malam hari, namun juga mengalami cuaca
buruk, para ilmuwan mengatakan.
Pesawat
dapat meningkatkan kemungkinan turunnya salju dan hujan ketika mereka
lepas landas atau mendarat, menurut sebuah studi luar biasa.
Rupanya
efek dari pesawat jet menerobos awan serupa dengan operasi ‘penyemaian
awan’, dimana kristal es di atmosfer diciptakan untuk membuat hujan.
Gambar
diatas menunjukkan pengaruh yang ditimbulkan pesawat. Lubang tersebut
dibuat oleh sebuah pesawat terbang melalui awan yang super dingin. Hal
tersebut menciptakan kristal-kristal es yang mempengaruhi tetes air. Hal
ini menyebabkan lubang tersebut untuk meluas dan meningkatkan
kemungkinan turunnya salju atau hujan.
Temuan didasarkan pada citra satelit pada awan di sekitar bandara dan model komputer dalam perilaku awan.
Efek
samping dari terbang mungkin paling jelas di sekitar bandara tersibuk
di dunia, seperti Heathrow di mana lebih dari 1.200 pesawat lepas landas
setiap hari.
Fenomena ini terjadi ketika pesawat mendobrak awan
yang mengandung ‘air super dingin’ atau tetesan cair pada suhu minus 10
Celcius atau di bawahnya.
Ketiak pesawat menerobos awan dengan
cepat, udara di belakang sayap dan baling-baling mengembang dan menjadi
dingin dengan cepat.
Penurunan mendadak pada suhu ini cukup untuk membekukan tetesan air dan mengubahnya menjadi aliran kristal es.
Dr
Andrew Heymsfield, dari Pusat Nasional untuk Riset Atmosfer di Boulder,
Colorado, mengatakan, pesawat meningkatkan kemungkinan salju ketika
mereka membuat lubang di awan setelah lepas landas dan ketika mereka
menciptakan ‘kanal’ di awan saat turun.
“Apakah pesawat menciptakan lubang atau kanal dalam awan tergantung pada lintasan,” katanya.
‘Ketika
mendaki melalui lapisan awan super dingin, pesawat hanya menghasilkan
lubang. Tapi ketika mereka terbang melalui lapisan awan, mereka dapat
menghasilkan kanal panjang. ” ujar Heymsfield.
Studi ini menemukan
bahwa lapisan awan super dingin ditemukan 62 mil dari bandara utama
dunia setidaknya lima persen setiap waktu.
Sumber : http://www.berita.manadotoday.com/ternyata-pesawat-mempengaruhi-cuaca-lokal-saat-lepas-landas-dan-mendarat/5911.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar